Puisi setelah kemah pelantikan junior, 8-9 Februari 2008

Seorang pecundang bangkit sambil tersenyum
Dengan seonggok pulpen dan sehelai kertas
Tergores sebait isi hati yang terlupa
Kini keberanian tertumbuh bersama antusias
Ternyata tidak bersetan seperti akunya
Cukup berpeluk lutut atau mengetuk kayu
Kemudian tertawa dalam diam sesuka hati

0 comment(s):

Posting Komentar

thanks to visit my blog
please write your comment here :)