Be the Worst

i've waited in silence of nothing
i hurt everyone n myself in craving
that's all befeel
when i want to be better
i open my eyes
research my blue
try to see the eyes
i stitch my scars
i dry my blood
n act like nothing was going on
i've killed their happiness n myself
i've became to something worst to have
to know, to see...
»»  READMORE...

Pergi

pengikis harapan...
maafkan aQ
biarlah para malaikat berlari
menutup syapnya
melempar dan menampar
kejahatan dunia
MANUSiA..!
»»  READMORE...

Kembali

usai karam membentang dari dasar kalbu
darah bagai embun terpaku dalam api
angin...
terbawa pergi tanpa arah dan jejak
mengeringkan tawa keindahan rasa
kini...
hangat akan tiupan rindu yang terbenam
munafik..!
melata mengubur nurani

kembali...
namun mengapa?!
asa yang telah pupus kau angkat bagai obor
berkobar menusuk ingatan kelabu

terpahat senyum
terukir luka
tercurah tangis
terasa hampa

selalu dalam kebisuan...
»»  READMORE...

Tidak Mereka Lagi

merayap menapaki letusan duri
gema tawa melantun merobek kalbu
terasa rendah bahkan lenyap di matanya
aQ berbalik, menatap langit
tanpa awan...
tanpa ayam...
aQ merasakan angin...
beserta reruntuhan nurani yang berderai
KOSONG
»»  READMORE...

After HOMK III

hi..!
i'm home today..!
owh.. rasanya kayak baru dari desa ke kota
berbeda banget.
tanpa hape, laptop, n segalanya yang memanjakan selama 6 hari 5 malam,
yupzz,, it must be hard but fantastic.
uda terbiasa c dengan keadaan seperti itu.
uda sering kemah. cuma x ini sama orang" yang berbeda.
dari mudika GB.
ada 18 orang. cuma 2 cewek,
tapi tetep az, paroki GB ganteng semua.
hari pertama, cukup membosankan.
yang menarik hanya ketemu wajah" baru dari paroki" laen
n ke tepi sungai di belakang unit, walau sempat hujan lebat
hari kedua, tenda kami bocor karena kehujanan.
hujannya lebat banget!
tapi tetep bisa bertahan tidur di dalamnya.
aQ ga ikut 2 sesi awal karena tidur,, pusing.
sesi berikutnya pun aQ ikut setengah karena bantu di dapur.
hari ketiga biasa" az.
ga gimana".
tepatnya, aQ rada lupa apa yang terjadi hari itu.
hari keempat, hari jumat.
kegiatan malamnya itu yang paling mengesankan.
ada satu kelompok yang bernama Kaban Diri datang untuk isi acara.
dipimpin oleh pak Acik (kira" begitulah)
semua semangat banget denger dia ngomong karena dia sendiri semangatnya luar biasa
waktu sesi jalan salib, banyak banget yang "kemasukan"
sangat banyak. aQ hampir ga percaya
karena baru x ini aQ ngeliat "pemandangan" kayak gitu walau dari jauh
Apen pun sempat pingsan.
saat refleksi diri, dy nangis terus n terlihat begitu sedih.
aQ sempat minta izin ke Rei buat pindah tempat karena aQ mw duduk di sampingnya.
saat aQ pegang tangannya yang dipegang sama temen" lain juga,
dy ga mw pegang tanganQ.
dy langsung meraih tangan yang baru datang setelah aQ.
aQ down pada saat itu juga.
kupikir, sudahlah... kenapa aQ terus berharap??
toh, berapa x aQ tersakiti oleh dy..?!
aQ langsung mundur ke tepi aula n ga bisa membendung air mata lagi.
cuma karena patah hati, bukan karena "menjiwai" refleksi diri
bener" hancur rasanya,, perasaanQ ga tw jadi apaan lagi.
ga berbentuk, ga berasa, ga ada apa"nya lagi.
dy emang benci sama aQ, pikirQ.
Rei mendekat dan berbisik,
"Tenang, Kak... Dia cuma lagi labil."
labil... hfufh,, baiklah. tapi tetep az hatiQ sakit.
tak lama, Rei membisikkan lagi sebuah kalimat yang sempat membuatQ tenang.
awalnya aQ ga tw apa maksudnya.
"Tenang, Kak.. Tuhan membuat rencana yang indah pada waktunya."
tapi aQ tetep nangis tak karuan.
bener" sakit rasanya, cuma karena hal kecil yang tak jelas itu.
tiba" ada seseorang di samping kiriQ yang memanggil namaQ.
aQ kenal suara itu tapi aQ ga percaya suara itu menyebut namaQ.
begitu dekat, tepat di sampingQ.
suara itu memanggilQ berkali-kali tapi tak Qjawab.
Rei tiba" berbisik di telinga kananQ.
"Itu Marius, Kak..."
dy...
aQ tak percaya begitu saja.
karena yang Qtw, dy sedang menangis menyesali hidupnya.
tapi namaQ terus dipanggil dengan suara yang sangat ingin Qdengar
akhirnya aQ percaya tapi tangisQ makin meledak.
meledak dalam hati.
ga mampu lagi di mata. aQ ga bisa mikir apa".
yang Qtw, yang Qrasa, cuma hati yang hancur lebur.
Rei menutupi punggungQ dengan jaketnya,
aQ tetap terduduk memeluk lutut dan memejamkan mata dengan begitu erat.
dan aQ ngerasa ada yang memelukQ.
sepasang tangan yang tak lagi pernah menyentuhQ kini melingkar di pundakQ
dan mengelus kepalaQ.
dy kembali lagi, kataQ dalam hati.
Q pikir dy benci sama aQ.
benarkah..?
aQ tak pernah tw perasaannya selama ini.
sama sekali.
dy terus menghiburQ,, ikut menunduk, menutupi wajahnya dalam keramaian.
aQ berusaha keras untuk diam, tak menangis lagi.
sampai aQ berhasil menahan isak cengeng itu,
aQ melihat ke arahnya lewat celah lenganQ.
aQ mencoba mengeluarkan suara, mengucapkan kata".
kata" yang dari awal ingin aQ ucapkan semenjak dy menangis tadi.
aQ kira dy ga akan merespon karena dimatanya mungkin aQ ga bakal ngomong kayak gitu.
tapi nyatanya dy malah memelukQ dengan lebih erat.
tangisQ pecah lagi. aQ perang batin lagi.
sekian banyak hal yang Qdengar, yang Qsaksikan,
aQ ambil kesimpulan dengan yakin, bahwa dy ga ada perasaan apa" lagi sama aQ.
tapi kenapa dy bersikap seperti itu saat ini??
seperti dulu...
aQ berusaha menenangkan diri lagi. berusaha cuek akan keadaan ini.
yah,, berhasil c...
dan dy pun pergi lagi. cuekin aQ juga di saat aQ sudah tenang.
sampai pada saat pak Acik dan para pastor akan mendoakan anak",
aQ ikut serta.
aQ juga didoakan. aQ mencoba berbicara sepenuh hati pada Bapa.
menyerahkan semuanya bahkan yang tak mampu Qtanggulangi kepadaNya.
orang kedua di sebelahQ kemasukan dan konsentrasiQ buyar.
aQ membuka mata dan pikiran kosong seketika.
saat kembali ke tempat duduk semula, kekosongan itu masih ada.
bahkan rasanya pusing...
ga bisa mikir sama sekali.
Rei menyelimutiQ lagi dengan jaketnya dan memijat bahuQ.
Nisha juga memijat tanganQ dan menggenggamkan sebuah rosario di tangan kiriQ.
lama kelamaan, penglihatanQ makin buyar, mataQ makin tertutup.
badanQ ga bisa lagi duduk tegak tapi aQ berusaha menahannya.
aQ tak ingin merepotkan teman" lebih dari ini.
tapi tak seperti yang Qinginkan,, aQ malah ga tw apa yang terjadi.
yang Qtw, teman" berdoa, menggenggam tanganQ, memanggilQ,
semuanya berisik. seperti ada kepanikan yang terasa.
entahlah. semuanya tak bisa bergerak.
tubuhQ tak bisa Qgerakkan dan mataQ tak bisa Qbuka sedikit pun.
kosong.
aQ sudah terbaring dikelilingi suara" orang berdoa, teriakan,,
ada yang menaruh sebuah rosario lagi di tangan kananQ.
hanya suara yang masih bisa Qdapat.
dan suara itu sekali lagi memanggil namaQ.
namun x ini terdengar lebih sendu.
ada yang memanggil dan menyuruhQ bangun di telinga kananQ,
dy lagi...
dy menempelkan wajahnya dan terus memintaQ menjawab panggilannya.
aQ menggumam, terus menerus sampai dy mendengarnya.
terasa sekali, tenagaQ habis hanya untuk gumaman itu.
tiba" ada suara yang juga sangat Qkenal.
pengganti guru agama sementara yang juga termasuk anggota Kaban Diri
bu Genoveva Tamararia memelukQ dan mendekatkanQ di dadanya.
memanggil terus untuk menyadarkanQ.
rasanya aQ sudah sadar dari awal.
hanya entah kenapa, hal seperti itu terjadi.
aQ nyesal. tapi cukup bersyukur.
bu Eva tak hentinya menyuruhQ bangun dan jangan melamun.
karena pandangan mataQ kosong. benar" kosong.
ga bisa terpaku pada satu titik.
dan dy terus di sampingQ.
sampai pada akhir kegiatan, saat tengah malam.
tapi saat balik ke tenda, suasana kembali seperti semula. cuek"an.
seperti tak terjadi apa".
hari kelima, Sabtu.
ada games dan baksos.
siangnya hujan lebat dan tenda" pada kebanjiran.
paroki GB n Ambawang kerjasama bikin saluran air ke kali
n buang air yang ada di sekitar tenda kami
lama kelamaan, jadi main air n lumpur semua
paroki Katredal n sekitarnya main bola di lapangan
awalnya aQ ga ikut main. cuma bantu" buang air lumpur az
tapi pas Nisha iseng, aQ hampir nabrak Dharma
dia langsung teriakin, aQ belom masuk ke kubangan lumpur.
semua pada liat ke aQ.
akhirnya kejar"an n main cap lumpur di sana, hujan"an.
yang tak Qsangka bakal terjadi,
aQ jadi iseng banget, termasuk sama dy
waktu aQ guyur dy pake air lumpur karena dy badannya uda kering
(padahal dy yang paling gila main air)
dy langsung ngancem mw balas (main" az),
dy lumuri badannya dengan lumpur n berjalan ke arahQ.
saat aQ lari, dy meluk seseorang (cowok).
Qkira dy ga bakal ngejar lagi, jadi aQ lanjut bantu buang air lumpur
sambil bercanda dengan yan lain
ga twnya, tiba" dy meluk dari belakang
masih dengan badannya yang penuh lumpur
yaiksz..
ntah kenapa, sikapnya jadi beda.
tapi mungkin untuk x itu saja.
waktu aQ ngomel tentang makan mereka,
dy pun bersikap kayak dulu lagi,,
megang bahuQ n ngucapin beberapa kata dengan lembut.
tapi setelah itu, ga ada apa" lagi.
waktu malam apresiasi seni (malam minggu), dy malah tidur saking ngantuknya
nunggu giliran tampil isi acara dengan break dance-nya bareng Rage-B.
wait..!
aQ ga tw dy sadar apa ngga, aQ sempat foto berdua sama Eko dari Paroki Sesilia.
ah,, biarlah..
kenapa c,, aQ selalu mikirin dy..?
Sabtu pagi, aQ sempat down BANGET.. denger Nisha cerita tentang pembicaraannya
dengan ko" nya itu.
Nisha tanya kenapa dy sensi sama Nisha.
dy jawab karena Nisha suka nyebut nama yang ga dia suka.
siapa lagi..?
yang bikin down thu 'NAMA YANG GA DIA SUKA"
Nisha sangat mendukungQ dengan dy, jadi kadang Nisha mengoloknya dengan namaQ
berarti dy ga suka aQ donx?!
iya, kan??
aQ kembali pupus harapan. pengen lupain hal kemaren di aula.
tapi di malam harinya waktu mw tidur di tenda,
dy baring di sampingQ sambil main" sama Tanto.
alasannya karena tempat di sampingQ itu hangat karena ada karpetnya Eric.
n dy bilang cuma untuk sementara.
tapi ternyata sampai pagi. bahkan dy terus memiringkan badannya ke arahQ.
saat tengah malam, Rei nyuapin potongan ubi panggang Nisha n aQ.
(ternyata Rei mw kami ikud menjalankan tradisi baru paroki GB)
dy tetep dalam posisi seperti itu dengan wajahnya yang tertutup jaketnya.
aQ curiga dy belom tidur.
kenapa ngga??
di malam" sebelumnya, dy ga pernah tidur seawal ini. bahkan biasanya ga tidur.
kalo ga main api unggun, bakar ubi, ngobrol sama cewek" Ambawang, ya ber-bullshit ria...
tapi di malam itu,
dy kelihatan tidur pulas banget. tapi ga meyakinkan.
ah,, sudahlah. ga usa pusing mikirin gituan,,
paginya, hari Minggu.
entah jam berapa saat itu, tapi masih banyak waktu sebelum misa pagi untuk penutupan retret.
aQ uda bangun tapi belum beranjak dari tempatQ tidur.
sempat mw tidur lagi tapi ga mungkin bisa.
dy masih di sampingQ, masih tidur.
dari kemarin sampai hari ini, di saat aQ sadar, aQ ga mw baring menghadap ke dy
tapi di saat aQ tidur, ternyata aQ malah menghadap ke dy
saat sadar di pagi harinya pun aQ langsung berbalik membelakanginya
agak lama aQ memperhatikan suasana di luar tenda yang sudah mulai ramai
tiba" aQ merasa ada yang membelai kepalaQ dengan jari"nya
aQ langsung menoleh ke belakang dan dengan tepat kami saling menatap.
dy tersenyum tipis, refleks aQ juga membalas senyumnya.
tapi kembali membelakanginya lagi.
dy tetap mengusap kepalaQ dengan ringan.
kami tetap dalam kebisuan.
tak lama aQ pun berbalik lagi menghadapnya.
tapi menutup sebagian kepalaQ dengan jaket Rei.
dy langsung menggenggam tanganQ dengan kedua tangannya,
kebiasaannya dulu...
tapi tetap dalam kebisuan kami dan keramaian anak"
sejenak aQ menyanyikan lagu kenangan kami dulu
lagu yang tak pernah Qlupakan walau dy mungkin udah melupakannya
tapi saat aQ hanya menyanyikan setengah lagu itu
aQ bertanya padanya, "masih ingat lagu itu?"
tanpa ragu dy mengangguk dalam jaketnya.
aQ tetap ga bisa melihat wajahnya.
padahal waktu lagu itu Qnyanyikan setiap saat,
terasa sama pedihnya dengan saat Jumat malam kemarin
tapi untuk kali ini, aQ ngerasa bersyukur bisa menyanyikan lagu itu di depannya
untuk pertama kalinya...
walau cuma setengah lagu
dan aQ ga tw iya apa ngga, sepertinya dy menangis saat itu, sama sepertiQ.
yah... aQ senang dengan pagi itu.
thanks, God.

biarpun begitu,, masih banyak hal yang bikin aQ bimbang dengan perasaanQ.
bukan hanya dari cerita Nisha di Sabtu pagi itu,
tapi juga cerita Vonny yang dulu, saat dia mz an sama dy.
bahwa dy bebas dari penderitaan karena putus sama aQ.
dari kejadian Jumat malam itu, saat dy menangis dalam penyesalan.
dan beberapa hal yang terasa menyakitkan darinya
semenjak setengah tahun yang lalu.

aQ ingin membiarkan semua hal itu, ga mw memikirkannya terus
menyerahkannya pada Bapa,,
karena aQ sama sekali ga mampu mengendalikan keadaan ini
aQ sama sekali ga tw apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan kami
saat dalam perjalanan pulang dalam bis pun,
dy duduk tepat di belakangQ.
menunduk ke depan dan mendekat ke kepalaQ.
bahkan membelai rambutQ yang masih kasar abis karena lumpur kemaren.
saat hujan lebat pun dy menutup jendela di sampingQ dengan handuknya
karena air hujan masuk membasahi tempat dudukQ
padahal udah Qbilang ga usah.
sesampainya di Gereja, dy terkapar tak enak badan
katanya mungkin tertelan minyak tanah saat main fireball
but i still can do nothing for him.
bahkan hanya perhatian Nisha yang dy terima.

13:23 06/10/2008
hari ini aQ ga masuk skul karena bangun kesiangan
aQ bangun pas bel masuk skul, 06.40
seharusnya aQ mencuci barang"Q 7x hari ini.
tapi baru 4x nyuci, jadi ntar masih harus lanjut.
akh... cape,,
»»  READMORE...