usai karam membentang dari dasar kalbu
darah bagai embun terpaku dalam api
angin...
terbawa pergi tanpa arah dan jejak
mengeringkan tawa keindahan rasa
kini...
hangat akan tiupan rindu yang terbenam
munafik..!
melata mengubur nurani
kembali...
namun mengapa?!
asa yang telah pupus kau angkat bagai obor
berkobar menusuk ingatan kelabu
terpahat senyum
terukir luka
tercurah tangis
terasa hampa
selalu dalam kebisuan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comment(s):
Posting Komentar
thanks to visit my blog
please write your comment here :)