serasa berada di bawah roda kehidupan,,
bahkan ditimpa oleh roda itu sendiri.
aQ mencoba berdiri, seorang diri.
sejak awal yang baru inilah,
semuanya cuma menjadi angan.
aQ merasa ga ada teman.
walau terkadang aQ ga mw larut.
aQ teriak pada diriQ,
kalo aQ hanya terlalu pasif
dan teman"Q punya waktu mereka sendiri.
tapi semua ga berarti karena
kini aQ menemukan diriQ lebi parah dari dulu.
inilah masa" sulitQ.
lebi daripada ingin mati.
lebi dari ingin menangis sepanjang hari.
aQ bersikeras merasakan Tuhan ada di sampingQ.
hingga aQ ga usa takut pada kesendirian.
tapi siapapun tw, imanQ ga sekuat itu.
ia bisa runtuh dan bangkit lagi kapan az.
kini, aQ ga mw lagi curhat pada Erasmus,
sebuah buku yang penuh goresan hari lalu.
aQ diminta curhat az sama seseorang...
tapi sekarang dia terasa jauh.
seorang teman yang selalu Qpercaya.
yang terlalu membuatQ tak bisa menangis.
kini jadi salah satu alasan untuk menyakitiQ.
kemana pun langkahQ menyusuri,
semua tetap seperti ruang penyiksaan.
aQ kembali bimbang,
apa yang harus Qlakukan dalam sangkar" ini?
bagai dirantai, aQ menunggu kebebasan
berbulan" lagi, setelah ujian.
semua yang Qcinta tak memiliki alasan
untuk Qcintai lagi.
di mana senyum para malaikat kesayanganQ?
ada tapi membelakangiQ.
aQ coba nerima, inilah kenyataan!
yang telah dijadikan untuk hari ini.
aQ berusaha tersenyum az.
=)
merasakan kehidupan seperti pensil
yang sedang diasah.
begitu menyakitkan... T.T tapi berbuah manis.
Amin...
aQ cuma perlu nyuci otak
bwt ngurangin memori yang jelex"...
bahkan ditimpa oleh roda itu sendiri.
aQ mencoba berdiri, seorang diri.
sejak awal yang baru inilah,
semuanya cuma menjadi angan.
aQ merasa ga ada teman.
walau terkadang aQ ga mw larut.
aQ teriak pada diriQ,
kalo aQ hanya terlalu pasif
dan teman"Q punya waktu mereka sendiri.
tapi semua ga berarti karena
kini aQ menemukan diriQ lebi parah dari dulu.
inilah masa" sulitQ.
lebi daripada ingin mati.
lebi dari ingin menangis sepanjang hari.
aQ bersikeras merasakan Tuhan ada di sampingQ.
hingga aQ ga usa takut pada kesendirian.
tapi siapapun tw, imanQ ga sekuat itu.
ia bisa runtuh dan bangkit lagi kapan az.
kini, aQ ga mw lagi curhat pada Erasmus,
sebuah buku yang penuh goresan hari lalu.
aQ diminta curhat az sama seseorang...
tapi sekarang dia terasa jauh.
seorang teman yang selalu Qpercaya.
yang terlalu membuatQ tak bisa menangis.
kini jadi salah satu alasan untuk menyakitiQ.
kemana pun langkahQ menyusuri,
semua tetap seperti ruang penyiksaan.
aQ kembali bimbang,
apa yang harus Qlakukan dalam sangkar" ini?
bagai dirantai, aQ menunggu kebebasan
berbulan" lagi, setelah ujian.
semua yang Qcinta tak memiliki alasan
untuk Qcintai lagi.
di mana senyum para malaikat kesayanganQ?
ada tapi membelakangiQ.
aQ coba nerima, inilah kenyataan!
yang telah dijadikan untuk hari ini.
aQ berusaha tersenyum az.
=)
merasakan kehidupan seperti pensil
yang sedang diasah.
begitu menyakitkan... T.T tapi berbuah manis.
Amin...
aQ cuma perlu nyuci otak
bwt ngurangin memori yang jelex"...
0 comment(s):
Posting Komentar
thanks to visit my blog
please write your comment here :)