Dengar dan Diam


Hi..
KabarQ kemarin dan hari ini buruk sekali...
lama aQ tak ngeblog, jadi kangennn..

aQ kembali tenggelam dalam suasana rumahQ.
tragis..
memang tak setragis kehidupan orang-orang yang lebih malang
tapi rasanya aQ ga tahan lagi!
setiap kali, hanya dan terus mendengar dan diam
pertengkaran ayah dan ibu yang ga ada habisnya
omelan ibu tentang ayah
curhatan teman yang sedang kasmaran
. . .
rasanya aQ pengen teriak sekeras mungkin, nangis, n sendirian
tapi aQ ga pernah bisa.
yang terjadi hanya nangis n sendirian tanpa teriak
aQ belum lega..

aQ sakit tenggorokan, ga bisa nyanyi saat ini
badanQ lemas, enggan bergerak banyak
badanQ mengurus, cuma makan sekali sehari
rambutQ rontok terus, pertanda orang stress
semangatQ pun memudar, tak seperti Yuli yang 'biasa' lagi

aQ ga mw!!

kemarin aQ pergi seharian dari rumah
jam 10 pagi, aQ udah ke rumah Chryzt
hanya bisa ngobrolin tentang calon pacar n mantan pacarnya
saat calon pacarnya (ko Wireen) datang ke rumah,
aQ ga mw ganggu jadi nonton DVD di kamarnya
setelah ko Wireen pergi, jam 6 dy jalan sama mantan pacarnya (Adong)
dengan suatu tujuan. aQ tau n ngerti. tapi susah untuk nerima

aQ jalan di mall sendirian, ketemu Yuki dan ko Agus
sekalian tunggu Chryzt yang katanya bakal selesai nonton jam 9
lewat jam 10, mereka belum keluar
aQ diantar ko Agus ke rumah Chryzt sambil nunggu kepulangannya
tapi Chryzt ga pulang juga n malah suruh ko Wireen datang
buat antar aQ pulang
rasanya aQ pengen nangis ikut sandiwaranya ini
sudah di dalam hatiQ dari kemaren penuh keresahan
ditambah hal-hal yang menyulitkan lagi
ko Wireen terpaksa nginap di suatu tempat karena ga mungkin
pulang tengah malam sedangkan dy sendiri sangat
khawatir akan Chryzt

pulangnya pun aQ udah yakin akan diomelin ayah dan ibu
dan memang itu terjadi!
aQ masuk ke kamar dengan sangat kesal karena mereka
sedikit pun tak mau mendengarQ apalagi mengertiQ
aQ pergi seharian karena aQ ga mw ketemu mereka!!
aQ benci ayah dan ibu!

pagi ini, Chryzt mz.. tentang pendaftaran gelombang 2 untuk kuliah
dy suruh aQ tanya ibu, jadi aQ coba dhe
seharusnya aQ ga usah tanya,
karena ibu malah bilang seharusnya aQ tanya langsung sama ayah
dan entah bagaimana caranya..
omongan ibu berlanjut jadi curhatan yang bernada tinggi
tw maksudQ?
semacam omelan yang seharusnya ditujukan pada ayah
tapi kini diperdengarkan untukQ
mungkin sekitar setengah jam ibu mengomel
dan aQ mendengarnya tanpa mengatakan apa pun, hanya diam
makin lama, aQ makin kesal.
apalagi ia sempat menyebutkan kembali kata-kata yang begitu menyakitkan hatiQ
"Makan thu piagam!!"
ia melihat begitu percumanya ayah mendapatkan banyak piagam
tapi tidak banyak dihargai orang
hanya berkaca pada hal tersebut, ibu pun melontarkan kata-kata itu padaQ
ketika aQ menunjukkan piagam-piagam yang sempat menjadi kebanggaanQ



detik-detik setelah ibu mengatakan 3 kata itu padaQ di masa lalu,
aQ ga pernah lagi menghargai atau menganggap piagam sebagai sesuatu yang berharga.
ga penting!

0 comment(s):

Posting Komentar

thanks to visit my blog
please write your comment here :)