We Can't Choose

let's think about this:

If i don't have this family,
1. i will not suffer for years when i was a kid, from primary school 'till college
2. i will not feel the pain in my body and my soul
3. i will not cry all night long and starve because of hating them and myself
4. i will not hate men, honk, kids, and shouting
5. i will not get any problems in school
6. i will not run away from home
7. i will not have faith in Him
8. i will not meet him
9. i will not think and write about these all
10. i will not be thankful and forgive them

if i don't have this family, will i have the better one?

we can't choose.

i'm so grateful i can realize this in my young age. so i won't make it worse than before.

how about you? :)
»»  READMORE...

What Should We Do When We're G.A.L.A.U ?

hahaha..hello
in this post, i wanna use bahasa Indonesia. i dont know, it feels better for my feeling now. am i sad? hmm, maybe.

ini nih yang namanya galau ye. campur aduk kayak susu, lemon, jengkol, cabe rawit, ikan asin n mengkudu diblender dan disajikan di sebuah gelas. huaaakkkss.!
agak sulit dimengerti ya rasanya. itulah mengapa aku pake bahasa Indonesia khusus di post ini, karena orang bule kagak ngerti arti "galau" dan arti kata itu ga bisa ditemuin di Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi 2013 sekalipun.

tentunya ente2 sekalian udah tau aku galau karena apa..hahaha
apalagi kalo bukan tentang lope lope'an.. kadang kalo temenku curhat yg gitu2an, aku bisa dgn gampang ngerti problem mereka, jadi pendengar yg baik, n kasi saran ini itu. mungkin kondisiku saat ini bisa diibaratkan dengan istilah "dokter aja ga bisa operasi diri sendiri".

ketika aku menghadapi sebuah ketidakpastian, aku berusaha utk sepenuhnya bergantung sama Tuhan. aku udah bingung mau ngapain lagi, karena ga punya clue sama sekali utk melangkah dan melihat masa depanku akan seperti apa. benar2 blank! walaupun secara manusiawi, aku udah super duper penasaran bangeettt ini kapan waktunya aku bakal ngertiii...? di saat titik terjenuhku, aku lelah menunggu. aku lelah menerka-nerka. aku berhenti berharap. kemudian keinget, "berani berharap harus berani kecewa". :(
Tuhan seringkali berbicara padaku dan nguatin aku, agar aku ga menerka2, agar aku ga khawatir akan masa depanku. agar aku 100% bergantung sama Dia aja, bukan kepada manusia sekalipun manusia itu orang yg paling aku kasihi. Tuhan pengen aku percaya penuh kalo Dia yg akan berkarya utk hubungan kami suatu hari, entah bersatu atau berpisah, Dia pengen aku percaya kalo itu semua demi kebaikan aku. karena selama ini aku ga pernah dikecewain Tuhan... :')

"trus kenapa lo galau sekarang?"
aku pengen ketawa sambil nangis. pengharapanku pada Tuhan selalu bikin aku bersukacita, tapi perasaanku yg duniawi ini haus akan jawaban yg sesegera mungkin dan sejelas mungkin. dalam hal ini, aku belajar bersabar, berpengharapan penuh pada Tuhan, mengontrol diri, dan tetap rendah hati.. :)
help me, God..

aku.... cuma perlu jadi diriku sendiri. jangan berusaha agar disenangi orang lain. aku cuma perlu mensyukuri anugerah Tuhan yg ada padaku. jangan berubah demi mendapat pengakuan duniawi. aku tipe pemikir, orang2 bilang aku tipe stabil, ada yg bilang aku cermat. intinya aku orang yg otaknya kebanyakan mikir dan mulutnya kebanyakan istirahat. jadi segala sesuatu kebanyakan aku simpan sendiri utk ku analisis dan kalo diibaratkan kayak di kantor, kertas2 draft udah menumpuk di sudut ruangan jadi sampah yg lama ga dibersihkan. kebanyakan hasil analisisku sia2 dan aku stress sendiri. this is one of the most important things for me to change. karena aku perlu utk ke next level. aku ga mau stuck di sini2 aja dan seperti kesesat di sebuah labirin..

actually kalo aku benar2 berpengharapan pada Tuhan akan masa depanku, aku ga perlu cape2 nulis di sini seperti orang yg ga punya temen curhat. yeah i'm still learning to trust Him with ALL of my heart.

thank God i still have a heart and a mind to have this thought..hahaha
awesome!
»»  READMORE...