Genggaman Malam

Langit kelabu malam menyapu bulan
Pendar bintang senyap dirindu bumi
Khayalan terbang berkhayalkan sayap
Sandaran berbisu menopang punggung

Kepalaku memaksa menatap ke atas


Mataku memaksa mencari hatinya
Senyumku dipaksa merebut cintanya
Jiwaku terpaksa melelah raga


Saat-saat aku bisa bertemu dengannya
Hanya ada pada genggaman malam
Sapa dirinya sewaktu bertatap
Hanya ada pada sekilas senyum

Aku ragu untuk terus bersenyap pendar
Berkhayal pada sayap sandaran langit
Aku berdiri di bumi menopang bisu
Merindu bulan berlangit kelabu
»»  READMORE...

Humani Angelo in Utramque Partem

Wings, menerbangkan Angels
Missions, menghidupkan
Angels
Words, sanggup memisahkan
Angels
Mall, tempat pertikaian
Angels
Boys,bahan pembicaraan
Angels

The one of Angels
berkata :
"the angelo amicus humani generis"
yang artinya :
"Angels adalah sahabat semua manusia"
The Angels... takkan berpisah
meski sering bertikai

Perlu kita akui
Humani angelo in utramque partem
Angels berwujud manusia seperti kita
Akan selalu memilih antara dua sisi dunia

Meski Angelica angel pencabut nyawa
Cabutlah nyawa kejahatan dari pohon kehidupan
Meski Angelina selalu tak pernah bersama
Sangguplah kita bersatu dalam misi dan angan
Meski Angela selalu jadi omega
Misi paling berbahaya telah berhasil kita pecahkan
»»  READMORE...

The World

Basah embun mengering sekejap
Terik mentari menyengat kembali
Setelah guyuran hujan runtuh
Menggenang tanah pertiwi ini
Bagai mendemamkan bumi
Setelah cerah ia mendung
Setelah hujan ia terik
Mengguncang alam semesta
Demikian ia tak berhenti
Dalam godaan ia berjalan
Tanpa ada yang merubahnya
Ia mengalun bersama bumi
»»  READMORE...

Hai, Malaikat !

Langit kelabu menatapku tertunduk
Setelah sebuah teriakan berkumandang
Menuju melewatinya,,

Hai, Malaikat!
Di mana pesanmu?
Kapan akan kuterima?
Setelah aku menanyakan pada Tuhan,
Di mana sobatku?

Langit kelabu mengelilingiku terduduk
Setelah sunyi bertiup mengawasi
Aku kembali berteriak
Hai, Malaikat!

Tuhan tahu bahwa aku berbohong
Bahwa aku tahu, di mana sobatku
Namun Tuhan tahu nuraniku
Saat aku bertanya,
Ada apa dengan sobatku?!

Hai, Malaikat!
Aku menunggu pesanmu
Ketika kebohongan dijawab dengan langit kelabu
Apa yang terjadi dengan kejujuranku?

Aku tak berhenti sebelum kau datang,
Hai, Malaikat!
»»  READMORE...

Nothing

i'm a wingless angel
lose in an unknown place
don't know how to out
when,,
no street to cross
no one to call
no sound to hear
no air to breathe
no snuggery to have
no time to happiness
no word to speak
no light to see
no life to live
nothing to do
none,,
»»  READMORE...

My Historical Note

Dingin pagi menjahit bengkak jari dan nyeri otot-ototku dalam rajutan pilu. Hanya dengan modal hati dan pikiran kosong aku menatap tajam menumbuhkan benci. Mulutku terkatup rapat dan kehilangan kunci untuk membuka permasalahanku. Yang bisa terasa hanya keserbasalahan yang ditanam untuk menyiksaku. Setiap kataku membawa kesalahanku. Tak pernah kurasakan munculnya kebenaran dalam diriku.
Tiba! Sekarang telah tiba. Di mana aku akan berhenti berharap untuk masa depanku. Di mana aku hanya akan tertawa melihat hidupku. Di mana aku akan terbang menuju tiang penyalib. Jubahku dekil, tak berseni. Jalanku mulai menghilang dari biru. Aku digoreng dalam kegilaan yang makin menjadi. Aku tak berani menatap siapa pun. Saat ia berkata "lar your hands!" Aku tak menengadah. Terus tertunduk menunggu emas berkarat. Aku omega. Aku terbelakang. Dengan pikiran picik aku tertinggal dari semua, mendapat kejutan yang percuma. Monyet-monyet menjulurkan lidahnya ke mataku. Sapi-sapi memamerkan bokongnya di depanku. Dan para kucing berjalan mengangkat kepala di sudut mataku. Sekarang dan selamanya, aku bukan hanya hantu. Aku sampah pula. Tak ada yang bisa kuberi karya untuk penghargaan diri. Seperti kata guru kita, buanglah sampah pada tempatnya!
»»  READMORE...