My Historical Note

Dingin pagi menjahit bengkak jari dan nyeri otot-ototku dalam rajutan pilu. Hanya dengan modal hati dan pikiran kosong aku menatap tajam menumbuhkan benci. Mulutku terkatup rapat dan kehilangan kunci untuk membuka permasalahanku. Yang bisa terasa hanya keserbasalahan yang ditanam untuk menyiksaku. Setiap kataku membawa kesalahanku. Tak pernah kurasakan munculnya kebenaran dalam diriku.
Tiba! Sekarang telah tiba. Di mana aku akan berhenti berharap untuk masa depanku. Di mana aku hanya akan tertawa melihat hidupku. Di mana aku akan terbang menuju tiang penyalib. Jubahku dekil, tak berseni. Jalanku mulai menghilang dari biru. Aku digoreng dalam kegilaan yang makin menjadi. Aku tak berani menatap siapa pun. Saat ia berkata "lar your hands!" Aku tak menengadah. Terus tertunduk menunggu emas berkarat. Aku omega. Aku terbelakang. Dengan pikiran picik aku tertinggal dari semua, mendapat kejutan yang percuma. Monyet-monyet menjulurkan lidahnya ke mataku. Sapi-sapi memamerkan bokongnya di depanku. Dan para kucing berjalan mengangkat kepala di sudut mataku. Sekarang dan selamanya, aku bukan hanya hantu. Aku sampah pula. Tak ada yang bisa kuberi karya untuk penghargaan diri. Seperti kata guru kita, buanglah sampah pada tempatnya!

0 comment(s):

Posting Komentar

thanks to visit my blog
please write your comment here :)