Book

aQ pernah membuang buku puisiQ
sebagai suatu permulaan dengan tekad baru
setelah serangkaian kata-kata puitis negatif
Qcampakkan ke dalam tempat yang sepantasnya
masa laluQ teraniaya bersamanya


namun apa peduliQ?
karena pikiranQ sekarang
hanya untuk masa depan!

aQ pernah kehilangan buku ramalQ
walau sempat Qsesali yang terjadi padanya
namun aQ sadar akan ilusi-ilusi itu
memang tepat dan mencengangkan
tapi aQ yakin,,
pikiranQ melebihi tulisan-tulisan itu
walau daftar koleksianQ mulai berkurang
kenyataan lewat nurani lebih penting

aQ pernah mencampakkan diaryQ
aQ baca semua isinya dan menertawakan diriQ
buku yang penuh keluh kesahQ akan hidup
walau tak sempat Qterpingkal-pingkal
isinya begitu tragis untuk seorang penjahat
setiap kata tertampung cucuran air mata
terdapat makian untuk manusia
dan juga pengaduan untuk Tuhan

aQ pernah menangisi alkitabQ
ia Qdapati dengan jerih payah sendiri
dan tak lama ia terbelah dalam sekejap
aQ mengurung diri di kamar seharian
dan mengutuki tangan yang jahat itu
ketakutan tetap menyergap setelah itu
aQ memang tak pernah berdaya
karena kebenaran tak pernah di pihakQ

aQ kadang menyesali buku pelajaranQ
kenapa mereka cuma jadi pengramai gudang
setelah mengajariQ dan mengambil uang ortuQ
dilupakan setelah kurikulum baru bermunculan
tak tersentuh lagi sejak itu
orang lain pun tak lagi membutuhkannya
yang baru telah menyingkirkan yang lama
tak peduli jasa yang bercucuran dulu

aQ selalu meratapi buku sejarahQ
banyak pertempuran air mata sesaat perang batin
mata hati kosong dan nurani kekeringan akal
aQ dijajah hidup yang hidup
mencari kemerdekaan yang kekal dan mustahil
aQ selalu berseru, “Anathema Sit!!!”
kemudian Tuhan tersenyum akan tingkahQ
aQ konyol, kata-Nya,,,
»»  READMORE...

Hypochondria

I waste my time just for nothing
When I’m in the empty side
Fighting for my mind gets free
I think I wanna tell him
About all things of imperfection of me


All strangers that unshowed
But I stop my self
Can’t move on the waves
With tears in silence
For ever after
The prince and the princess
Will always make me jealous
What a happy ending they are
When I within’ my lonely corner
With no cares or whoever
Do they wait me to close my heart?
Do they wait my eyes lose its tears?
Do they wanna see me go away?
No answer and no time to answer
I still in HypOcHoNdRia
»»  READMORE...

Puisi setelah kemah pelantikan junior, 8-9 Februari 2008

Seorang pecundang bangkit sambil tersenyum
Dengan seonggok pulpen dan sehelai kertas
Tergores sebait isi hati yang terlupa
Kini keberanian tertumbuh bersama antusias
Ternyata tidak bersetan seperti akunya
Cukup berpeluk lutut atau mengetuk kayu
Kemudian tertawa dalam diam sesuka hati
»»  READMORE...

Outset

There’s no time to the past
There’s a time to begin
All the new, All of things
Without empty vision
Of yore I was loony
And feel wretched everyday
But for now that’s all gone
I got it, my yoke-fellow


But there’s big question mark
Will we have perseverance?
Stay for ever after
To make a better story
Since that smile came around
Fortuna stands with me
She whispers to my mind
Open my heart of hearts
But I’m like this imperfect world
That can’t past a day without mistakes
They make all things wrong for me
Please step ahead and accompany me
I need my life when you gave a chance
To make all complete together
»»  READMORE...

No Power

Apakah kekuatan terbesarku?
Saat kepergok segala kepicikan
Muak dalam kebenaran
Segalanya tertawa
Yang dapat tergenggam hanya kosong
Tanpa kekuatan terkecil apapun…
»»  READMORE...

Hai,, Malaikat !

Rinai hujan memahkotai hutan
Angin dalam genggaman malam
Kala itu…
Aku berteriak padanya:
Hai, Malaikat!
Topeng yang meruah dalammu
Di balik manusia dan bayangan setan
Saat mentariku pergi dari sempurna
Sebuah kemustahilan,,
Di mana akan kudapat Urantiaku?
Dalam rumah mungil tempat bersama?
Lihatlah keluar!!
»»  READMORE...