aQ teringat dulu,, aQ punya obsesi tentang kematian. aQ selalu berkhayal, memainkan imajinasiQ, bahwa aQ sedang tergeletak di lantai bersimbah darah, atau tergantung di langit-langit dengan tali bidai kesayanganQ, atau terbaring diam di ranjang putih dalam kamar mayat, atau di dalam peti sempit dan pengap, bahkan dalam perjalanan atau di perhentian terkhir, neraka. aQ menghabiskan banyak waktu untuk imajinasi spesialQ yang satu ini. Dalam kamarQ, menatap langit-langit yang bisu; dalam kelasQ, tatapan yang selalu kosong; dalam kertas-kertasQ yang akhirnya masuk juga ke tong sampah! Sangat sia-sia bukan?! Apalagi tempat yang Qpilih adalah neraka. “Mengapa bukan surga saja?” kata sebuah tanya. “Mengapa kematian yang menjadi obsesimu?” … dan aQ tau jawaban yang tepat: “Amin”.
Mereka tertawa. Seperti mendoakan aQ yang mendoakan aQ agar tampak tak lagi waras, “Cukup pantaslah sekarang kau kea pi-api itu!” kemudian sedetik berikutnya telah Qbasahi tanah dengan air mataQ yang kering. Bersimpuh di depan gerbang hitam dan terpejam erat. Dan imajinasiQ mati seketika.
aQ didudukkan kembali ke dalam posisi tal penting dlam proses seleksi alam di dunia ini. Kembali menjalani hidup seperti biasa. Bahagia kurang dari 24 jam. Mengapa aQ mendapat tema hidup saat ini, seperti ini? Tuhan memiliki jawabnya. Setelah mengatakan bahwa aQ konyol, Ia tersenyum dan memeluk hatiQ dan Qdapatkan dalam kata-kata,,,
Lihatlah diriQ dari ujung rambut ke ujung kepala. Jika aQ jadi kau, aQ akan lari terbirit-birit seperti habis melihat monster yang serba buruk dan tinggal dalam goa gelap, pengap, dan lembab karena disingkirkan oleh obor-obor malam para manusia. Kau dapat melihat betapa ciutnya diriQ. Kau dapat tau betapa kehilangannya aQ. Akan sesuatu. Walau dalam gelap sang goa dan pengap yang menyesakkan. Sesuatu itu… lebih dari sebuah cahaya yang redup dan lembut untuk menghangatkan malam bersalju. Lebih dari bebunyian merdu yang paling sendu sekalipun. Lebih dari segala hal yang dapat kau genggam denagn tangan indahmu. Terisi kenangan, aQ yang hanya bersembunyi di sudut berpeluk lutut dan menunduk. aQ yang tertawa melihat ke belakang. aQ yang… memiliki segala topeng jiwa…
0 comment(s):
Posting Komentar
thanks to visit my blog
please write your comment here :)